Camat Tosari Buka Pembukaan Hari Raya Karo Tengger Brang Kulon 2026, Satukan Semangat Pelestarian Adat Leluhur - Kabupaten Pasuruan

Camat Tosari Buka Pembukaan Hari Raya Karo Tengger Brang Kulon 2026, Satukan Semangat Pelestarian Adat Leluhur

52x dibaca    2026-07-29 11:55:00    Administrator

Camat Tosari Buka Pembukaan Hari Raya Karo Tengger Brang Kulon 2026, Satukan Semangat Pelestarian Adat Leluhur

Camat Tosari Buka Pembukaan Hari Raya Karo Tengger Brang Kulon 2026, Satukan Semangat Pelestarian Adat Leluhur

Suasana khidmat menyelimuti Balai Desa Tosari pada Rabu (29/7/2026) saat masyarakat Suku Tengger Brang Kulon mengawali rangkaian Hari Raya Karo melalui upacara pembukaan yang secara resmi dibuka oleh Camat Tosari. Momentum sakral ini menjadi penanda dimulainya salah satu perayaan adat terbesar masyarakat Tengger setelah Yadnya Kasada, yang sarat dengan nilai spiritual, penghormatan kepada leluhur, serta penguatan tali persaudaraan.

Pembukaan Hari Raya Karo dihadiri oleh Kepala Desa beserta Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Tosari, tokoh adat, para Dukun Pandhita Tengger, serta masyarakat dari berbagai desa. Kegiatan juga diikuti oleh Pengantin Sodor yang berasal dari 12 desa di wilayah Kecamatan Tosari, Kecamatan Tutur, dan Kecamatan Puspo, sebagai representasi persatuan masyarakat adat Tengger dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Prosesi diawali dengan doa-doa adat yang dipimpin oleh Dukun Pandhita Tengger sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan para leluhur, sekaligus memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat selama rangkaian Hari Raya Karo berlangsung. Tradisi ini menjadi simbol penyucian lahir dan batin serta pengingat akan asal-usul kehidupan yang menjadi filosofi utama perayaan Karo.

Dalam sambutannya, Camat Tosari menyampaikan bahwa Hari Raya Karo bukan sekadar agenda budaya tahunan, melainkan identitas masyarakat Tengger yang harus terus dijaga bersama. Menurutnya, keberlangsungan tradisi ini merupakan bukti bahwa masyarakat Tengger tetap teguh memegang nilai-nilai luhur, gotong royong, toleransi, dan penghormatan kepada leluhur di tengah perkembangan zaman.

Keberadaan para Pengantin Sodor dari 12 desa menjadi salah satu bagian paling sakral dalam pembukaan Hari Raya Karo. Tari Sodoran yang mereka bawakan melambangkan asal mula kehidupan manusia, kesuburan, serta penghormatan kepada leluhur Rara Anteng dan Jaka Seger. Tarian ini hanya dipentaskan pada perayaan Hari Raya Karo sehingga memiliki nilai religius dan budaya yang sangat tinggi bagi masyarakat Tengger.

Hari Raya Karo sendiri merupakan perayaan yang dilaksanakan pada bulan Karo dalam penanggalan Tengger dan berlangsung melalui berbagai rangkaian ritual adat selama beberapa hari. Selain menjadi momentum spiritual untuk melakukan introspeksi dan penyucian diri, Hari Raya Karo juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga melalui tradisi saling berkunjung, saling memaafkan, dan memperkokoh persaudaraan di antara masyarakat Tengger.

Melalui pembukaan Hari Raya Karo Tengger Brang Kulon Tahun 2026 ini, masyarakat kembali meneguhkan komitmennya untuk menjaga warisan budaya leluhur agar tetap hidup, lestari, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai identitas budaya yang membanggakan sekaligus memperkuat harmoni kehidupan di kawasan Bromo Tengger.

Komentar (0)

  1. Belum ada komentar

Tulis Disini